Sambungan ke tanah diperlukan untuk melindungi peralatan – peralatan komunikasi dan personal terhadap bahaya petir atau kesalahan pada power sistem dan juga dapat berfungsi sebagai service pada suatu sistem.
Untuk merencanakan suatu sistem pentanahan ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain Tahanan Jenis Tanah, Struktur tanah, keadaan lingkungan, biaya, ukuran dan bentuk sistemnya.
Biasanya tahanan pentanahan yang lebih rendah sangat efektif, tetapi biaya menjadi besar. Untuk itu perlu dipertimbangkan efek fungsi dan ekonomisnya. Oleh karena itu perlu kiranya bagi kita untuk dapat merencanakan dan membuat sistem pentanahan yang sesuai dengan keperluannya.
SYARAT – SYARAT SISTEM PENTANAHAN YANG EFEKTIF
- Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu keperluan pemakaian
- Elektroda yang ditanam dalam tanah harus :
- Bahan Konduktor yang baik
- Tahan Korosi
- Cukup Kuat
- Jangan sebagai sumber arus galvanis
- Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya.
- Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun.
- Biaya pemasangan serendah mungkin.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN TAHANAN PENTANAHAN
Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor :
- Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar yang menghubungkan ke peralatan yang ditanahkan.
- Tahan kontak antara elektroda dengan tanah.
- Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda.
Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan, akan tetapi tahanan kawat penghantar yang menghubungkan keperalatan akan mempunyai impedansi yang tinggi terhadap impuls frekuensi tinggi seperti misal pada saat terjadi lightningdischarge. Untuk menghindarinya, sambungan ini di usahakan dibuat sependek mungkin.
Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan sekeliling elektroda atau dengan kata lain tahanan jenis tanah (ρ).
TAHANAN JENIS TANAH (ρ)
Dari rumus untuk menentukan tahanan tanah dari statu elektroda yang hemispherical R = ρ/2πr terlihat bahwa tahanan pentanahan berbanding lurus dengan besarnya ρ. Untuk berbagai tempat harga ρ ini tidak sama dan tergantung pada beberapa faktor :
- sifat geologi tanah
- Komposisi zat kimia dalam tanah
- Kandungan air tanah
- Temperatur tanah
- Selain itu faktor perubahan musim juga mempengaruhinya.
Sifat Geologi Tanah
Ini merupakan faktor utama yang menentukan tahanan jenis tanah. Bahan dasar dari pada tanah relatif bersifat bukan penghantar. Tanah liat umumnya mempunyai tahanan jenis terendah, sedang batu-batuan dan quartz bersifat sebagai insulator.
Tabel dibawah ini menunjukkan harga-harga ( ρ ) dari berbagai jenis tanah.
Tabel. 1
|
No. |
JENIS TANAH
|
TAHANAN JENIS TANAH( ohm.meter )
|
|
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. |
Tanah yang mengandung air garam Rawa Tanah liat Pasir Basah Batu-batu kerikil basah Pasir dan batu krikil kering Batu |
5 – 6 30 100 200 500 1000 3000 |
KOMPOSISI ZAT – ZAT KIMIA DALAM TANAH
Kandungan zat – zat kimia dalam tanah terutama sejumlah zat organik maupun anorganik yang dapat larut perlu untuk diperhatikan pula.
Didaerah yang mempunyai tingkat curah hujan tinggi biasanya mempunyai tahanan jenis tanah yang tinggi disebabkan garam yang terkandung pada lapisan atas larut. Pada daerah yang demikian ini untuk memperoleh pentanahan yang efektif yaitu dengan menanam elektroda pada kedalaman yang lebih dalam dimana larutan garam masih terdapat.
KANDUNGAN AIR TANAH
Kandungan air tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan tahanan jenis tanah ( ρ ) terutama kandungan air tanah sampai dengan 20%.
Dalam salah satu test laboratorium untuk tanah merah penurunan kandungan air tanah dari 20% ke 10% menyebabkan tahanan jenis tanah naik samapai 30 kali.Kenaikan kandungan air tanah diatas 20% pengaruhnya sedikit sekali.
TEMPERATUR TANAH
Temperatur bumi pada kedalaman 5 feet (= 1,5 m) biasanya stabil terhadap perubahan temperatur permukaan.
Bagi Indonesia daerah tropic perbedaan temperatur selama setahun tidak banyak, sehingga faktor temperatur boleh dikata tidak ada pengaruhnya.
ELEKTRODA PENTANAHAN
Jenis Elektroda pentanahan
Pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis elektroda yang digunakan pada sistem pentanahan yaitu :
- Elektroda Batang
- Elektroda Pelat
- Elektroda Pita
Elektroda – elektroda ini dapat digunakan secara tunggal maupun multiple dan juga secara gabungan dari ketiga jenis dalam suatu sistem.
ELEKTRODA BATANG
Elektroda batang terbuat dari batang atau pipa logam yang di tanam vertikal di dalam tanah.
Biasanya dibuat dari bahan tembaga, stainless steel atau galvanised steel. Perlu diperhatikan pula dalam pemilihan bahan agar terhindar dari galvanic couple yang dapat menyebabkan korosi.
Ukuran Elektroda :
diameter 5/8 ” - 3/4 ”
Panjang 4 feet – 8 feet
Elektroda batang ini mampu menyalurkan arus discharge petir maupun untuk pemakaian pentanahan yang lain.
ELEKTRODA PELAT
Bentuk elektroda pelat biasanya empat perseguí atau empat persegi panjang yang tebuat dari tembaga, timah atau pelat baja yang ditanam didalam tanah. Cara penanaman biasanya secara vertical, sebab dengan menanam secara horizontal hasilnya tidak berbeda jauh dengan vertical. Penanaman secara vertical adalah lebih praktis dan ekonomis.
ELEKTRODA PITA
Elektroda pita jenis ini terbuat dari bahan metal berbentuk pita atau juga kawat BCC yang di tanam di dalam tanah secara horizontal sedalam ± 2 feet. Elektroda pita ini bisa dipasang pada struktur tanah yang mempunyai tahanan jenis rendah pada permukaan dan pada daerah yang tidak mengalami kekeringan.
Hal ini cocok untuk daerah – daerah pegunungan dimana harga tahanan jenis tanah makin tinggi dengan kedalaman.
PENGKONDISIAN TANAH
Bagi daerah – daerah yang mempunyai struktur tanah dengan tahanan jenis tanah yang tinggi untuk memperoleh tahanan pentanahan yang diinginkan seringkali sukar diperoleh. Ada tiga cara untuk mengkondisikan tanah agar pada lokasi elektroda ditanam tahanan jenis tanah menjadi rendah, yaitu :
- Dengan membuat lubang penanaman elektroda yang lebar dan dimasukkan mengelilingi elektroda tersebut bahan – bahan seperti tanah liat atau cokas.
- Mengelilingi elektroda pada statu jarak tertentu diberi zat-zat nimia yang mana akan memperkecil tahanan jenis tanah di sekitarnya. Zat-zat nimia yang biasa di pakai adalah sodium chloride, calsium chloride, magnesium sulfat, dan coper sulfat.
- Dengan Bentonite.
Bubuk bentonita bersifat mengabsorb air, karena itu dengan mencampur bubuk bentonite, garam dapur dan air maka campuran bentonite tersebut dapat menghasilkan tahanan jenis tanah yang rendah. Dengan menanamkan campuran bentonite tersebut disekeliling elektroda maka tahanan pentanahandapat diperkecil 1/10 – 1/15 kali.
Komposisi campuran bentonite menurut perbandingan :Bentonite : garam dapur : air = 1 : 0,2 : 2
Sumber :
Grounding System, Diktat Kuliah AMG, Jakarta







Okt 31, 2008 @ 16:49:09
mas berarti semakin banyak titik yang di tanam ke tanah, akan semakin baik,
kalo saya akan buat ground dan penangkal petir, lebih baik di bounfing jadi 1, atau di pisah?
terimakasih atas artikelnya….sangat membantu sekali.
Nov 02, 2008 @ 12:29:12
@mas lede
bukan masalah semakin banyak titiknya, tapi diusahakan setiap titik itu harus saling meniadakan, lebih bagus jadi satu.
Nov 30, 2008 @ 13:02:16
Wah Trimakasih Mas Artikelnya. Tugas Kuliah saya Jadi Selesai dengan artikel Ini, Thanks Berat
Best Regards
Http://swadexi.blogspot.com
http://marketing-courses.blogspot.com
Des 02, 2008 @ 12:39:59
pak, ditempat saya kerja baru saja kena petir, load cell & monitor timbangan serta beberapa unit komputer rusak akibat petir. hasil earthing tester nya 2 ohm.
berapa standar hambatan yg diijinkan utk penangkal petir, 5 ohm atau 1 ohm?
Des 03, 2008 @ 09:14:00
@ uwa
maaf baru di respon, untuk idealnya 1 ohm tapi lebih kecil lebih bagus, untuk jelasnya mas bisa baca di http://esdeel.co.cc/2008/10/04/grounding-system/
Des 03, 2008 @ 09:54:13
@Swadexi
Senang sekali tulisan saya bisa membantu mas, semoga sukses..
Feb 23, 2009 @ 10:49:51
Mas mau tanya nih,
Untuk instalasi grounding peralatan listrik dengan instalasi penangkal petir boleh di gabung atau harus terpisah ? Trims
Feb 24, 2009 @ 06:52:50
@jamroknee
Lebih bagus digabung, selain ekonomis juga untuk efektifitas dari grounding system. coba pake sistem zoning area. Untuk penjelasannya bisa dibaca di http://esdeel.co.cc/2008/10/04/grounding-system/, mudahan bisa membantu.
Mar 08, 2009 @ 15:04:48
ni mau tayak ya bang!!!
kl kpal terbang n kpal laut pake grounding gk?
kl pk dimana?
Mar 17, 2009 @ 22:22:42
@franz
Pada umumnya semua yang berhubungan dan menggunakan sistem kelistrikan dan elektronik mempunyai grounding, karena grounding itu bisa diasumsikan sebagai service dari sistem tersebut untuk meneruskan listrik atau arus yang tidak diperlukan begitu juga pada kapal laut dan pesawat terbang, kalo dalam pesawat terbang grounding lebih dipusatkan sebagai service pada system karena pada pesawat terbang kecil kemungkinan terkena sambaran petir, berbeda dengan kapal laut selain sebagai service grounding juga berfungsi untuk mencegah dari sambarn petir, penempatannya sama seperti untuk system proteksi petir pada bangunan dengan di tempatkan di daerah yang tinggi, seperti di tiang layar atau pada cerobong.
Apr 01, 2009 @ 15:05:32
pak mau nanya, alat yang digunakan untuk melihat tahanan sebuah system grounding yang baik menggunakan apa ya pak ?
Thanks
Apr 02, 2009 @ 01:51:48
@Cooling
Pake Multitester/Multimeter lebih bagus.
Apr 02, 2009 @ 03:46:34
Oh simpel ya, cara pemakaiannya apa cukup 1 ke grounding, 1 lg ke mana pak ?
Thanks
Apr 03, 2009 @ 15:53:17
@cooling
tergantung systemnya, jika yang dipakai negatif untuk ground satunya bisa dihubungkan ke positifnya juga sebaliknya ini untuk system elektronik sebagai service, sedangkan untuk proteksi bisa di hubungkan pada salah satunya baik itu positif maupun negatif.
Apr 20, 2009 @ 12:52:19
Mau numpang nanya nih mas, Kalau kita membuat grounding sendiri untuk listrik, apakah nati grounding kita ini akan di gabung dengan netral oleh orang PL, ( setau saya di rumah itu ada 3 kabel , Phasa, Netral dan Grounding)…
Terima Kasih
Apr 22, 2009 @ 19:27:39
@kakan
Klo memang instalasi di rumah ada 3 kabel termasuk grounding, seharusnya grounding dipasang di kabel ground, klo gak ada bisa pada netralnya
Mei 12, 2009 @ 11:19:34
tulisan tentang tanahnya membumi mas, bagus..
ngebantu skripsi saya..
thanks dah di upload.
Grounding System (Sistim Pentanahan) « SURINDO ELEKTRA
Mei 23, 2009 @ 12:31:14
Mei 26, 2009 @ 07:47:05
@vatra
thank’s semoga sukses n salam kenal…
Jun 01, 2009 @ 21:37:25
tenkyu mas jawabanya..
lebih bagus mana kalo dengan kondisi tanah yang sama,saya tanam 1 titik tapi dalamnya 6 meter, dengan saya tanam 2 titik, tapi masing2 dalam3 meter dan berjarak 3 meter pula antar titik..
saya coba cari referensi teknis nya belum ketemu, kalo punya boleh donk di share..hehehe…
tks buanyak sebelumnya mas…
GROUNDING SYSTEM (SISTIM PENTANAHAN) - surindo-elektra
Jun 03, 2009 @ 12:09:27
Jun 04, 2009 @ 01:20:57
@mas lede
untuk lebih jelasnya bisa download referensinya di http://www.klimatologibanjarbaru.com/pages/download.php , file pdf english version.
mudahan bisa membantu.
Jun 08, 2009 @ 20:27:48
boleh tanya tentang rumus pemantulan arus yang terjadi pada sistem pentanahan metode vertikal gak
Jun 08, 2009 @ 20:32:44
gimana sih perbandingan distribusi arus dan tegangan pada sistem pentanahan netode vertikal dengan horizontal
Jun 23, 2009 @ 11:22:08
aslm…
berapa harga bentonit?dmna saya bisa mendapatkannya.saya mau coba.untuk memperbaiki sistem pentanahan.waslm…
Jun 30, 2009 @ 23:39:06
@bagdhad
Wa alaikum salam..
Kalo harga bentonite saya kurang tahu, coba googling aja mas…
Jul 19, 2009 @ 10:02:18
mas, kalo material semen konduktif dan tepung logam lebih baik gak ya dari pada bentonit?apakah material ini juga biasa di pakai untuk pembumian?
Jul 20, 2009 @ 12:12:20
hallo pak bagaimana cara menghitung pentanahan?
Jul 20, 2009 @ 12:16:55
pak tolong dijawab
Agu 03, 2009 @ 20:21:13
slam kenal…
elektroda batang (rod) kan biasanya ditanam vertikal or horizontal,,tapi kalo dipasang miring bisa ga ya…????mohon penjelasannya…
terima kasih
Agu 08, 2009 @ 23:11:53
@feardauz:
Pada intinya rod itu sebagai penetral arus listrik dari petir, jadi tidak ada masalah dalam hal pemasangannya yang perlu diperhatikan yaitu agar elektroda itu mempunyai kontak yang baik dengan tanah terus dari segi kemudahan/ praktisnya elektroda batang lebih praktis bila dipasang secara tegak lurus daripada miring atau horisontal.
Agu 19, 2009 @ 17:53:52
Maaf pak sebelumnya,
kalau didaerah kupang bagaimana ya?
nilai tegangan netral dan ground adalah 6 Volt AC bahkan lebih.
tetapi belum tahu berapa nilai tahanannya?
yang menjadi pertanyaan saya bagaimana caranya untuk menurunkan nilai grounding listrik tadi yang nilainya lebih dari 6 volt karena struktur tanahnya adalah tanah gambut daerah kupang.
terima kasih sebelumnya..
mohon bisa reply ke email aja…
Agu 27, 2009 @ 01:07:39
bagus banget nih artikelnya.
langsung aja …..saya mau tanya, setelah kabel grounding terpasang kedalam tanah, berapa sih volt yg terukur (phasa- nol, phasa-ground, nol-groud) yg memenuhi syarat. dan bagaimana cara praktisnya untuk mengukur tahanan pentahanan (ohm) dengan menggunakan multitester
terima kasih sebelumnya. mohon kiranya dapat dikirim ke email aja
Sep 24, 2009 @ 10:57:07
Mas saya ada masalah dengan system grounding dan mohon advisenya,
Lokasi kerja saya di P.Batam di pinggir laut 50m diatas permukaan laut. Sistem instrumentasi elektronik saya sering mengalami gangguan bilamana petir terjadi saat hujan, padahal telah dipasang sistem grounding (tiang penangkap petir 3 unit @ 20m, 2 gedung pake penangkap petir diatapnyadll). Masalahnya setelah dikur tahanan rod memiliki nilai bervariasi 1s/d 4 ohm di 5 titik di seluas 20.000m2.
Apakah sistem diatas sudah baik atau masih lemah? kalau belum baik mohon advisenya.
Terimakasih.
Nov 16, 2009 @ 18:46:33
coba jelaskan gambar dari batang- batang konduktro
Des 14, 2009 @ 16:16:08
terima kasih atas data2….
Des 18, 2009 @ 23:03:29
ass.wr.wb
mas, klo ttg sisten pentanahan kaki menara da ga???? thanks ea
Jan 05, 2010 @ 16:41:47
mas saya bingung.,.,grounding grid itu bgmana sih..,.,.???
Mar 09, 2010 @ 12:07:19
Mas mau tanya kalo sistem gronding di pesawat seperti apa ya..?
Terima kasih
Mar 24, 2010 @ 13:41:13
Mohon info pemakaian bentonite untuk grounding apk dapat dipakai selamanya atau perlu ada penggantian dan kalau harus diganti setiap berapa lama pemakaian,
Terima kasih
Apr 08, 2010 @ 19:31:56
thanks bro rumus kamu mantap (ilmiah)
Apr 17, 2010 @ 13:06:19
Mohon informasi utk pemakaian bentonite utk grounding tower transmisi berapakan ukuran lubang dan quantity bentonite nya. Umur bentonite utk pentanahan tower transmisi berapa lama
Terima kasih,
Imam Hidayat
Apr 17, 2010 @ 14:44:52
@mas Imam : Campuran bentonit itu adalah upaya terakhir untuk pengkondisian tanah, kalau kondisi tanah udah memenuhi syarat lebih baik gak usah memakai bentonit, namun demikian tergantung yang mengerjakan. campuran bentonit cukup sekali pakai, tapi tidak ini tidak di rekomendasikan untuk pentanahan pada tower….
Apr 22, 2010 @ 13:01:50
slam kenal Pak…mo tanya..klu tanah yang dikondisikan bisa bertahan berapa lama ya…???. tks
Mei 08, 2010 @ 16:28:02
gaimana kalau kita belum menemukan ground yang rendah adahal kita uda pasang 4ground batang 2mter kedalm tanah,hasilnya masih tinggi?
gimana cara mengatasinya?
Mei 16, 2010 @ 12:49:23
mas saya kira dengan penambahan unsur kimia seperti garam dapur atau semacamnya memang dapat menurunkan resistivitas tanah tapi hanya untuk sementara saja… jadi apa ada cara untuk menurunkan resistivitas itu untuk jangka waktu yang lama???? saya sedang meneliti bagaimana cara menurunkan tahanan jenis tanah untuk pembumian di daerah berbatu… mohon bantuannya…
Jun 10, 2010 @ 03:44:52
nompang nanya mas…
Gmana cara nentuin metode pentanahan pada sistem distribusi 20 kV?
Trus gmana cara nentuin besarnya nilai tahanan pentanahan?
Apa hubunganya fuse atau pengamanan lainnya terhadap pentanahan dan arus hubung singkat 1 fasa ke tanah?
Makasi mas…
Jun 22, 2010 @ 00:31:02
mas, saya mau bertanya bagaimana menentukan luas area grid dan untuk daerah pembangkit sistem grid simetris atau yang tidak simetris yang harus saya gunakan?
Jul 14, 2010 @ 16:24:23
menanggapi pertanyaan arhy,
klo hasil tahanan pentanahan pada lingkungan berbatu coba ja untuk membuat sistem pentanahan jala yaitu dengan memasang grounding ke tanah dengan banyak titik dan saling si hubungkan sehingga akan di peroleh tahanan pentanahan yang kecil.
mengenai cara penanamannya pada dasarnya sama dengan cara penanaman grounding pada umumnya akan tetapi cara pemasangannya tidak salah…
Jul 28, 2010 @ 10:48:52
Selamat Siang,
Sekedar menambahkan
Bahwasannya coverage area pernangkal petir dibuat dengan sudut bentangan 107 derajat.
dari angka ini rekan – rekan bisa mengestimasi berapa coverage area yang aman dengan bentangan sudut diatas dengan ketinggian penangkal petir
yang terisntalasi.
Gunakan rumus phytagoras..Tan 107 = Y / X
X adalah Ketinggian penanangkal petir dari tanah
dan Y adalah daerah aman yang di cover oleh penangkal petir tsb.
Salam,
Micky
Agu 26, 2010 @ 12:20:50
thanx bt info_nya….
blog yg sangat berisi……
^_^
Agu 26, 2010 @ 12:24:07
thanx bt info_x….
blog yang sangat BERISI…….
kalo misalnya penelitian tentang pentanahan Jaringan Tegangan Menengah Efisien gak”…???
khususnya untuk daerah Nusa Tenggara Timur….???
Thanx bt jawabannya………….
Agu 27, 2010 @ 21:04:26
Sangat efisien mengingat kondisi tanah di NTT, sehingga perlu dilakukan penelitian yang intensif untuk menentukan system pentanahan jaringan yang efektif, dalam artian biaya minim tapi fungsinya maksimal. Thank’s Feby atas kunjungannya
Agu 27, 2010 @ 21:18:42
@moh. kaka : Thanks n sorry baru terbaca komentnya soalnya banyak bangt, saya heran dengan posisi anda yang katanya dipinggir pantai tapi ketinggiannya mencapai 50 m DPL, tapi gak pa2 deh mungkin di pinggir pantai tapi di atas bukit ya..:). Menanggapi permasalahan bro Kaka, saya ingin menekankan bahwa memang penangkal petir yang terinstalasi itu bisa mencegah kerusakan akibat sambaran petir, tapi tidak bisa mencegah induksi listrik dari petir tersebut atau lonjakan listrik akibat tersambarnya jaringan listrik yang mungkin tidak terdeteksi dan lokasinya jauh dari tempat saudara. Saran saya, instalasi yang sudah ada coba diintegrasikan dengan instalasi surge protektor/ surge arester misalnya untuk satu bangunan bisa dilakukan instalasi dengan sistem bonding.
Sep 21, 2010 @ 06:30:18
bro,, gmana caranya buat blog trus cara menggunakan blog kita??
saya lihat blog kmu ne bagus,,,
^_^
Nov 04, 2010 @ 09:18:41
bro…klo itukn perbandingan antara bentonit, garam dan air. berapa juga perbandingan antara itu semua dengan tanah???
Nov 04, 2010 @ 09:44:06
apakah lubang penanaman elektrodanya lgsg ditutup dengan campuran garam+bentonit+air tsb?? gk perlu dicampur dgn tanah??
klo perlu, brp jg perbandingannya dgn tanah??
Nov 04, 2010 @ 17:47:59
@Edi : Bikin blog gak sulit kok, tinggal tulis apa yang mau ditulis sesuai dengan kemampuan kita, apa yang kita tahu, yang penting bisa memberikan manfaat bagi orang lain, baik itu ilmu pengetahuan, berita, atau apa aja. Menggunakan blog, anggap aja sebagai catatan elektronik kita.
@Sinagasaragi : Karena ini untuk mengkondisikan tanah yang mempunyai tahanan pentanahan yang tinggi dan untuk campuran tidak memerlukan tanah jadi tidak ada perbandingannya. Campuran ini ditanam disekliling elektroda bisa langsung ditimbun tanah.
yang perlu diingat metode ini hanya untuk pengkondisian tanah yang mempunyai tahanan pentanahan yang tinggi, jadi untuk jenis tanah yang mempunyai tahanan jenis yang rendah tidak perlu untuk untuk menggunakan campuran ini.
@all : Terima kasih atas kunjungannya..
Des 18, 2010 @ 15:10:28
boss mau tanya maaf klo mengganggu, saya menggunakan tower t.40mtr,ligthing arester r150,kabel nyy 1×70,grounding 1,04 ohm,-grounding listrik 0,24 ohm,grouding arus lemah kompter dll 0,44ohm hasil pengukuran terakhir.tapi perangkat lunak saya sering terkena petir. grounding semua terpisah,apakah ada kesalahan mohon pencerahan.
Des 18, 2010 @ 20:20:39
@mas Teguh>>
system proteksi petir memang terbagi dua yaitu :
1. Proteksi eksternal yaitu untuk meminimalisir sambaran petir langsung dengan menggunakan system konvensional splitzen ( finial rod ) atau system ESE ( early streamer emission ). ada 3 bagian penting dalam sistem proteksi ini yaitu : a.air terminal yang berfungsi menerima sambaran petir
b. Down conductor yang befungsi untuk menyalurkan arus petir dari finial ke pentanahan (grounding )
c Pentanahan (Grounding ) bagian ini lah yang meyalurkan arus petir ke bumi. konsep grounding yang digunakan adalah one point earthing yaitu semua pentanahan baik listrik,instrument,gedung, telepon harus digabung menjadi satu dengan system mesh grounding tetapi antara grounding listrik,instrument,gedung,telepon dipasang arrester sparkgap sehingga tidak mengganggu system atau terjadi noise.. jadi pada saat normal (tidak terjadi petir) masing2 grounding tidak terhubung. alat ini biasa dipasang PLN di gardu gardu induk atau distribusi. cuman konsep ini sangat mahal harganya.
2. proteksi internal,yaitu untuk meminimalisir sambaran petir tidak langsung akibat induksi. alat yang digunakan adalah arrester. Arrester yang dipasang harus dipasang secara bertingkat (cascade) mulai dari arrester power listrik sampai arrester elektronik. kalau dijabarkan mulai dari panel utama listrik sesudah kwh meter pln,sub panel,stopkontak untk power serveratau PC,RJ-45,RJ-11, Antena… kalau arrester antena mungkin kawan – kawan sudah familiar karena kalau beli antena biasanya include dengan arresternya.
Kedua konsep proteksi diatas sesuai dengan standar SNI,VDE, IEC,IEEE.
hanya konsep pemasangan penangkal petir ESE yang belum diakui oleh standarisasi diatas.
Jika kita ikuti konsep diatas memang menjadi sebuah investasi yang sangat tinggi.
Jan 29, 2011 @ 09:16:49
mohon inputnya klo grounding untuk kapal laut systemnya bgm
Mar 31, 2011 @ 15:07:10
saya ini lagi bwt alat pendeteksi kadar air tanah untuk penyiraman lahan pertanian secara otomatis jika kadar air d lahan itu kurang (kurang lembab).
yang saya pake sebagai sensornya elektroda…
kalau saya liat blogmu ini, kayanya kamu orang yang paham dengan alatku.
Apr 16, 2011 @ 11:33:49
mas mau nanya’?
nama alat penerima petir di dalam pesawat apa y?
Apr 19, 2011 @ 15:47:02
@all thanks atas kunjungannya, buat yang nanya and kasih masukan juga terima kasih, semuanya memberikan wawasan kepada saya. Dan temen-temen yang pertanyaannya belum sempat/tidak sempat terjawab saya mohon maaf karena kesibukan studi saya.
@oki mungkin jawabannya ada di http://ariestarlight.blogspot.com/2011/04/teknik-grounding-kapal-laut.html
mudah-mudahan bisa membantu.
@Reza terima kasih atas kunjungannya, semoga sukses dengan project anda, sekedar meluruskan bahwa yang saya bahas ini lebih cenderung pada sistem proteksi petir yang efektif, tapi mungkin tidak ada salahnya anda mempelajari tentang kondisi tanah dan jenis tanah supaya alat yang anda buat itu lebih efektif dan efisien.
Apr 19, 2011 @ 16:07:12
@ravi Alat pelindung tersebut adalah Static Discharge System. Dengan alat ini sangat kecil pesawat terkena petir dan walaupun terkena sambaran petir tidak akan terjadi dampak yang besar pada pesawat itu sendiri. Apalagi dengan kemajuan sekarang pesawat modern akan memiliki keamanan penangkal petir yang bagus.
Static Discharge System pada pesawat hanya berupa kawat atau lempengan plastik berisi logam seperti ekor tikus yang ditempatkan di ujung-ujung sayap atau ekor pesawat. Jumlahnya 12 atau 16 buah.
Ketika petir menyambar pesawat, muatan listrik mengalir sepanjang alumunium menuju permukaan yang lebih lancip yaitu di ujung-ujung sayap maupun ekor. Di ujung yang lebih lancip itu, muatan listrik akan terlucut berupa percikan api. Dengan begitu muatan listrik tidak akan masuk ke dalam pesawat. Jadi, orang yang berada di dalam pesawat akan aman dari sambaran petir.
lengkapnya lihat di http://gombhalmukiyo.blogdetik.com/mengapa-pesawat-aman-dari-sambaran-petir/
Apr 19, 2011 @ 18:35:21
terima kasih bnyak y mas atas informasinya, sya jd sngat trbantu…
Apr 26, 2011 @ 19:51:39
@ravi senang bisa membantu..:)
Mei 16, 2011 @ 19:08:57
Selamat malam (waktu Palu)
Benar2 artikel yang bagus mas, dan saya juga ingin sharing dengan teman2 semua.
Saya ingin mendapatkan grounding max 0.5ohm di lokasi tanah yang kering (berpasir)
dengan ketinggian kira2 50-60 mdpl. saya menggunakan teknik menanam batang pipa yang ditanam bersama kawat BC yang dililitkan. Pada kedalaman 4 mtr didapat 5-6 ohm, 6 mtr mjd 8 ohm 9-12 mtr tidak bisa ditembus/keras (ada kemungkinan BC putus krn gesekan sambungan pipa).
Sehingga saya putuskan menanam 4 titk dengan bentuk kotak 0.5 x 0.5 dengan kedalaman 4-5 mtr. secara teori jika saya paralel yang saya dapat adalah 1.25 ohm. Tapi kenyataanya adalah 3 ohm.
Apakah ada saran dari rekan2 mengenai cerita saya atau solusinya.
Terima kasih
Mei 21, 2011 @ 11:35:51
Terima Kasih atas kunjungannya, coba pake metode segita sama sisi mas dengan jarak antar elektroda sekitar 2 m, dan saya anjurkan untuk penanamannya jangan menggunakan pipa, lebih bagus menggunakan elektroda batang yang terbuat dari tembaga, selamat mencoba and salam kenal..
Mei 24, 2011 @ 16:51:08
numpang nanya.,.,please dijawab.,.,
rumus tahanan pentanahan elektroda batang secara horizontal dan vertikal apa????buat yang tau balas ya.,.,.,
+referensinya.,.,ditunggu
Jun 01, 2011 @ 13:47:19
@rizky untuk rumusnya silahkan lihat dialamat thttp://elektroindonesia.com/elektro/ener24b.html
Terima kasih semoga bisa membantu
Jun 02, 2011 @ 00:19:31
Jul 07, 2011 @ 17:04:52
mas mau nanya klo saya pake bentonit berapa banyak yng saya harus pakai untuk satu titik…
Jul 14, 2011 @ 01:55:07
@dyas: perbandingannya sudah jelas spt penjelasan diatas yaitu bentonit : garam : air = 1 : 0,2 : 2 tinggal komposisinya disesuaikan aja dengan kebutuhan…
Jul 27, 2011 @ 12:02:49
salam hangat…
mas saya mau nanya nih, seberapa besar pengaruhnya pada sistem instrumentasi klo resistansi groundingnya itu > 5 ohm (menurut standar IEEE)? misalnya nilai resistansinya itu 40 ohm setelah dilakukan pengukuran, nah nilai resistansi groundingnya itu berpengaruh besar gak ke sistem instrumentasi (SCADA system)?
sebelumnya terima kasih….:D
Agu 18, 2011 @ 08:34:58
salam pak,
saya mw nanya nich,tolong bantuannya y pak…
alternatif pentanahan selain menggunakan bahan tembaga ada g’?? soalnya untuk mengantisipasi kehilangan…difokuskan untuk pentanahan pada tanki minyak
Nov 26, 2011 @ 18:03:59
mas, apa bagai mana rumus untuk menghitung spaya cara pemasangan pentahan bgus dan sesuai standar
Des 06, 2011 @ 17:11:18
Mas mau tanya sedikit, untuk grounding gedung yang memanjang bentuknya, misal ada 3 titik pentanahan apakah sebaiknya disatukan atau masing masing terpisah, terima kasih
Salam
Sutanto
Jan 11, 2012 @ 08:27:40
Dear valuable customer,
We are general trading company in Jakarta Selatan that supply Cement Conductive “SAN EARTH M5C” product from USA with the competitive price.
Applications :
• Electric transmission and distribution towers
• Power plant grounding grids
• Microwave towers
• Substation ground systems
• Surge protection systems
• Cathodic protection systems
• Central office switches
• Cellular systems
• Computer systems
• Fiber optics
• Radio transmission towers
• Central office DC power
• Satellite ground stations
SAN EARTH Benefits :
• Reduces resistance to ground by up to 50%
• Lowers surge impedance significantly
• Environmentally safe
• Provides ideal contact with the surrounding soil
• Improves personnel safety conditions
• Reduces corrosion in grounding conductors
• Easy to install anywhere
• Improves surge protection device performance
• Cost efficient and maintenance free
• Prevents conductor theft
For further more information please don’t hesitate to contact us at 0812 8110 2690 or to our email address: penangkalpetir85@yahoo.com
We are waiting your inquiry soon, thank you.
Feb 16, 2012 @ 15:24:33
truz pak,,, yang saya dengar info, bahwa banyaknya grounding yang ditanam tergantung besaran tangki…ada standart atau rumusnya g’ ????