Tulisan ini saya comot dari thread sebuah forum yang mana saya masuk menjadi member dalam forum tersebut dan secara tak sengaja saya menemukan satu posting dari salah satu member dalam forum tersebut yang sangat menarik perhatian saya, mari kita simak apa katanya..

Originally Posted by faithfree View Post
Mengapa Muhammad Kalah di Perang Uhud?

Kisah ini ditulis di Sura Ali ‘Imran ayat 140-179

Dalam ayat2 di Sura Ali ‘Imran, Muhammad menjelaskan kekalahan di Uhud adalah ujian dari Allah (ayat 141) – ujian bagi Muslim mu’min dan munafik (ayat 166-167).

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar (ayat 142)? Bahkan jika Muhammad sendiri mati terbunuh, Muslim harus terus berperang (ayat 144), karena tiada seorang pun yang mati tanpa izin Allah (ayat 145). Lihatlah para nabi yang tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah (ayat 146). Para Muslim tidak boleh taat pada kafir (ayat 149), karena Allah Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut (ayat 151).

Ayat2 di atas tidak menunjukkan sebab yang sebenarnya mengapa Muhammad dan Muslim kalah perang di Uhud. Penjelasan yang lebih lengkap bisa dibaca di Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 276

Memang benar bahwa para Muslim hampir saja mampu menghabisi musuh2nya kaum pagan Quraish ketika kemudian perhatian mereka teralihkan:

Ketika tentara Muslim melihat para wanita Quraish mengangkat bajunya sehingga menampakkan gelang pergelangan kaki dan kaki2 mereka, mereka mulai berteriak-teriak, “Wanita jarahan! Hoi orang2, wanita jarahan tuh!”
(Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 276)

Tanpa peduli akan perintah2 Muhammad, mereka meninggalkan tempat2 jaga mereka dan lalu mengejar wanita2 ini – karena itulah Allah mengijinkan kaum pagan membunuhi para Muslim yang meninggalkan kedudukannya sebagai suatu ujian (ayat 152-153). Tentara Muslim kalah karena salah mereka sendiri (ayat 165).

Dari keterangan Qur’an dan Bukhari ini sudah jelas dapat dilihat moral sebenarnya dari pengikut2 Muhammad. Mereka begitu mudah tergiur oleh wanita2 kafir, karena memang hadiah menang berperang lawan kafir adalah pesta seks besar2an, obral air mani dengan tawanan2 wanita kafir, perkosa kafir wanita yang suaminya baru saja mereka bunuh di hari itu. POKOKNYA TIADA KEKANG ATAU KONTROL NAFSU BERAHI TERHADAP KAFIR WANITA.

SEX adalah unsur kuat pendorong para Muslim pengikut Muhammad untuk mau melakukan apa yang diperintahnya. Muhammad pun tahu betul akan hal itu sehingga dia selalu menggunakan seks sebagai senjata untuk mengontrol anak buahnya. Lihat contohnya:

- Hadiah hubungan seks bebas tanpa ikatan kawin dengan para tawanan wanita jika Muslim menang perang dengan kafir
- Hadiah budak wanita kafir bagi Muslim jika menang perang dengan kafir; mau langsung dipake atau dijual di pasar budak langsung juga kagak apa2 alias halal
- Hadiah 72 perawan surgawi bagi Muslim yang mati dalam perang dengan kafir
- Janji2 ada pasar budak seks di surga, di mana Muslim bisa bersetubuh langsung dengan wanita2 yang diinginkannya
- Janji2 seks di surga dengan semburan sperma yang kuat, syahwat yang tegang abadi, tidak pernah loyo, bidadari perawan yang begitu disetubuhi akan jadi perawan lagi
- Halal punya istri sampai 4 biji; halal pula gonta-ganti istri sesuka nafsu berahi sendiri, yang penting jumlahnya tetap 4 (TIADA PERINTAH SETIA SEHIDUP SEMATI DENGAN SATU ISTRI DALAM ISLAM)
- Halal punya budak seks tak terhingga jumlahnya

Nah, sekarang kita perhatikan:

Pria2 seperti apakah yang mau dan percaya saja diberi janji2 seks murahan tanpa moral seperti ini?

Pria2 seperti apakah yang mau mendapatkan janji kepuasan seksual seperti ini dengan cara membunuhi sesama manusia demi tuhannya?

Nabi seperti apakah yang berani menjanjikan kepuasan seksual agar umatnya tunduk kepadanya dan mau melakukan perintah2 pembunuhannya?

Itu yang dia tulis, saya gak tahu dia muslim atau bukan yang jelas tulisannya ini telah memutarbalikkan fakta apa yang sebenarnya terjadi, memang tentara muslim pada waktu itu mengalami kekalahan dalam perang Uhud tapi bukan itu sebabnya, dan terus terang saya sebagai seorang Muslim sangat terpukul dengan apa yang dia tulis.

Coba cek link ini (klo threadnya belum ditutup): http://www.indonesiaindonesia.com/f/31742-sex-perang-uhud/