Pada suatu hari datang seorang pengurus mesjid ketempat saya bekerja, beliau meminta bantuan pada kami untuk melakukan penentuan arah kiblat di Mesjid yang beliau kelola karena ada perselisihan tentang arah kiblat. Kata beliau…, sebelum mesjid di renovasi, masyarakat sekitar mesjid ingin dilakukan perhitungan ulang tentang arah kiblat supaya ada dasar hukumnya dan di kemudian hari tidak ada perselisihan lagi.

Terlepas dari itu saya akan memberikan sebuah penjelasan singkat tentang apa itu arah kiblat. Yang dimaksud arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati ka’bah ( kota mekkah ) dengan kota yang bersangkutan . Jadi pada dasarnya untuk menentukan arah kiblat yaitu dengan mencari jarak terdekat suatu tempat ke arah Ka’bah, itu pointnya.

Bagaimana kita bisa mengetahui Jarak terdekat tempat kita berada dengan Ka’bah ? Dengan memperhatikan  bahwa setiap titik di permukaan bumi ini berada di permukaan bola bumi, maka perhitungan arah kiblat dapat dilakukan dengan Ilmu Ukur Segitiga Bola ( Spherical Trigonometri ).

Untuk menghitung arah kiblat, ada tiga point yang diperlukan, yaitu :

  1. Titik A, terletak di Ka’bah yaitu koordinat Ka’bah ( ? = 21°25′ LU dan ? = 39°50′ BT )
  2. Titik B, terletak dilokasi yang akan dihitung arah kiblatnya ( koordinat setempat )
  3. Titik C, terletak di kutub utara ( North Geografis/ True North )

Perhitungannya adalah :

Ditentukan bahwa :

  • a = garis yang menghubungkan titik B dan C
  • b = garis yang menghubungkan titik C dan A
  • c = garis yang menghubungkan A dan B
  • ? = garis lintang
  • ? = garis bujur

Rumus I : ( untuk mencari nilai a )

a = 90° – ?kota ybs

Rumus II : ( untuk mencari nilai b )

b = 90° – 21°25′ = 68°35′ ( untuk nilai b adalah tetap );

Rumus III : ( untuk mencari nilai C = jarak antara garis bujur kota yang akan dihitung arah kiblatnya dengan bujur Ka’bah )

  • Jika ? = 00°00′ BT s/d 39°50′ BT maka C = 39°50′ – ?
  • Jika ? = 39°50′ BT s/d 180°00′ BT maka C = ? – 39°50′
  • Jika ? = 00°00′ BB s/d 140°10′ BB maka C = ? + 39°50′
  • Jika ? = 140°10′ BB s/d 180°00′ BB maka C = 320°10′ – ?

Perhitungan arah kiblatnya adalah :

Rumus I : cotan B = ( sin a cotan b / sin C )-cos a cotan C  –> Azimuth arah kiblat = 360° – B

Rumus II : tan B = ( cos ? tan 21°25′ / sin C ) – ( sin ? / tan C ) –> Azimuth arah kiblat = 270° + B

Dengan menggunakan perhitungan seperti di atas Insyaallah kita akan mendapatkan arah kiblat yang tepat. Demikian demikian, mudah- mudahan bermanfaat.