Tulisan ini dikutip dari website Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru Kalimantan Selatan

Perkembangan dinamika atmosfir mulai April 2008 hingga akhir Juni 2008, nilai indeks osilasi selatan (IOS) tiga bula terakhir adalah : April 2008 ( + 4,5), Mei 2008 ( – 4,3), Juni (+5).  Kondisi  suhu muka laut pada akhir Juni  di Samudera Pasifik Equator bagian barat yaitu Nino 4 dan Nino 3,4 anomali berkisar – 0,5°C dan – 0,3 °C. Nino 3 adalah 0,0 °C dan  Nino1+2   adalah + 0,4 °C. Suhu muka laut di perairan Indonesia hingga pertengahan Juli berkisar 26 °C – 28 °C, dan anomalinya berkisar – 0.5 °C hingga + 0,5 °C. Kondisi Suhu Muka Laut di sekitar perairan Kalimantan Selatan berkisar 28 °C

Mulai akhir Juni sd awal Juli 2008  di belahan bumi utara sel tekanan rendah semakin banyak dan sebaliknya sel tekanan tinggi di daratan Australia semakin menguat. Hal ini menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia di kuasai oleh angin Timuran. Nilai indeks osilasi selatan pada bulan Juni 2008 meningkat positif dan trend bulan Juli juga cenderung positif, dan kondisi suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia khususnya di Laut Jawa, selat Karimata dan selat Makassar menunjukkan suhu muka laut masih cukup hangat yaitu berkisar 28 °C. Kondisi ini menyebabkan masih adanya pertumbuhan awan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan masih berpeluang hujan sampai akhir Juli 2008. Prediksi trend dinamika atmosfir bulan Agustus 2008 yaitu dengan melemahnya sel tekanan tinggi di Asia dan tumbuh banyak sel-sel tekanan rendah di lintang Utara serta nilai negatif indeks osilasi selatan menguat dan Anomali positif suhu muka laut di Pasifik Equator bagian timur menguat, maka musim kemarau di Kalimantan Selatan pada bulan Agustus 2008 akan berlangsung.