Bisa saja terjadi suatu saat komputer anda mengalami crash yang hebat atau diserang virus yang membuat sistem komputer anda hancur dan dengan berat hati anda harus menginstall ulang system anda. Yang jadi persoalan ketika kita menginstall ulang windows kita wajib kudu harus mengaktivasi ulang system yang kita install, apalagi yang belum memiliki atau terjangkau oleh koneksi internet. Gak mungkin kan kita membawa PC kita hanya untuk aktivasi saja ke warnet, iya kalo deket kalo jauh kan berabe ya gak, iya aja dah…🙂.

Nah pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tips langkah preventif untuk mengantisipasi jika hal tersebut terjadi, yaitu bagaimana cara membackup Status Aktivasi Windows XP.

Windows XP menyimpan informasi konfigurasi dari perangkat keras komputer pada saat aktivasi, status aktivasi produk,  info status kadaluarsa dari instalasi XP, dan spesifikasi perangkat keras yang terpasang dalam file WPA.DBL  yang terletak pada folder %SystemRoot%\System32. Untuk mengamankan file WPA.DBL, pihak Microsoft mengenkripsi file tersebut dengan RC4 algoritma. Namun, file WPA.DBL ini tidak dilindungi dan jika terhapus, Windows XP harus diaktivasi kembali. Pengguna tidak akan bisa mengembalikan WPA.DBL dengan Sistem Restore karena tidak termasuk dalam mekanisme cadangan.

Karena semua konfirmasi aktivasi disimpan dalam file WPA.DBL tersebut, sehingga pengguna dapat membackup file tersebut dan mentransfer backup file WPA.DBL untuk secara otomatis mengaktifkan Windows pada kondisi sudah diaktivasi jika pengguna memilih untuk menginstall ulang Windows XP. Dengan mengganti baru WPA.DBL pada instalasi windows XP baru dan mengembalikan backup file WPA.DBL yang sudah diaktivasi (=backup yang sudah dibuat), pengguna dapat mengabaikan dan tidak perlu melakukan proses aktivasi online lagi atau panggilan ke hotline Microsoft aktivasi dan menuliskan  kode aktivasi yang ekstra panjang terdiri dari nomor dan karakter.

Ini bisa dilakukan dengan catatan bahwa komputer anda tidak mengalami perubahan hardware yang signifikan, misal panggantian mainboard dengan yang berbeda type dan speknya, cara tersebut  akan menjadi percuma karena informasi hardware dalam WPA.DBL yan telah dibackup itu tidak sama, dan anda tetap harus melakukan aktivasi. Pada setiap sistem booting, Windows menganalisa keadaan/informasi hardware saat ini dan membandingkannya dengan informasi konfigurasi hardware yang tersimpan dalam WPA.DBL tersebut. Apabila ada perubahan hardware, Windows membuat catatan perubahan dalam WPA file, namun juga menyimpan konfigurasi yang asli untuk referensi. Jika perubahan yang ada terlalu signifikan, atau sudah terlalu banyak perubahan, Windows XP akan menulis ulang file WPA.DBL kembali ke kondisi semula pada saat sebelum diaktifkan (ukuran file hanya sekitar 2K ), dan harus diaktivasi kembali.

Jika kita berencana untuk mengubah konfigurasi perangkat keras, dianjurkan juga untuk membuat cadangan file WPA.DBL sehingga pengguna dapat dengan mudah mengembalikan kekadaan sudah diaktifkan tanpa perlu menghubungi Microsoft lagi ketika mengubah hardware dan terhapus karena ketidakcocokan.

Cara Backup dan Transfer Informasi Aktivasi Windows XP

  1. Buka My Computer atau Windows Eksplorer.
  2. Cari Folder %SystemRoot%\System32 [biasanya  C:\Windows\System32].
  3. Copy file WPA.DBL dan WPA.BAK pada media penyimpanan portabel e.g. flashdisk, floppy disk dll
  4. Lanjutkan dengan memformat ulang hardisk dan install ulang Windows XP pada komputer yang sama.
  5. Setelah proses instalasi selesai dan jendela “Windows XP Out of Box Experience [OOBE]” muncul, klik tombol “NO” untuk melewati proses aktivasi.
  6. Selanjutnya restart komputer tekan “F8” untuk membuka jendela “Advanced Boot Option” dan pilih “Minimal Safe Mode
  7. Buka My Computer atau Windows Explorer
  8. Ulangi langkah ke-2
  9. Ganti nama file WPA.DBL dan WPA.BAK yang ada.
  10. Salin File WPA.DBL dan WPA.BAK dari flash disk yang telah kita backup tadi ke folder tersebut.
  11. Restart komputer dan blah…, windows sudah teraktivasi.

Cara diatas tidak berlaku untuk mengaktivasi komputer/PC yang berbeda/ lain.

Selamat mencoba…😎

Buat Yang gak mau ribet, bisa download softwarenya disini