Tentang MUI Keluarkan Fatwa Haram Facebook belakangan ini menjadi headline disetiap media, ternyata setelah telusur punya telusur kebenaran tentang MUI mengeluarkan Fatwa haram facebook itu ndak benar. Pihak MUI sendiri belum berniat membahas tentang Friendster dan Facebook, bahkan menurut Amidhan salah seorang Anggota MUI belum mendengar Rencana Ulama se-Jawa Timur yang mengusulkan fatwa Haram terhadap dua situs jejaring tersebut. Hal ini ditegaskan oleh KH Idris Marzuki Pengasuh pondok Pesantren Lirboyo sendiri yang membantah telah mengirimkan seorang Juru bicara Ponpes Lirboyo bahkan beliau menyatakan tidak mengenal sang Jurubicara tersebut yaitu Nabil Haroen.

Bagaimana kita menyikapi kabar ini..? Cuek aja kalee…🙂

Sebenarnya…, penyalahgunaan media itu sendiri kita kembalikan kepada user atau penggunanya yang terpenting itu setiap orang harus memfilter diri masing-masing. Secara logika kalau media Facebook dan friendster di haramkan karena berpotensi terjadi maksiat terselubung, kenapa gak sekalian Internetnya saja yang diharamkan karena semua juga sudah tahu di Internet itu segala hal ada baik itu yang maksiat maupun yang gak  semua ada. Sebagai contoh sederhana ketika seseorang menggunakan kendaraan pribadinya untuk pergi ketempat prostitusi, apa lalu lantas semua kendaraan di haramkan untuk dimiliki karena berpotensi untuk berbuat maksiat, tentu tidak toh.