Kembali lagi kita bertemu di Mahkamah Negeri Kecoa Forum kecoa yang terhormat. Seperti kita ketahui bersama bahwa negeri kita Negeri Kecoa yang tercinta adalah negeri yang tidak terbatas oleh jarak, ruang dan waktu. Bisa juga dikatakan tidak terbatas, Moral bukan masalah bagi kita, hal-hal kotor heh…, itu yang kita suka bukan begitu..?!

Suatu hal yang menyenangkan kita bisa hidup di negeri kecoa ini, hidup tanpa batasan-batasan yang mengikat, kebebasan yang murni dan tanpa batas, merdeka yang hakiki itu yang membedakan kita bangsa kecoa dengan kaum manusia yang lebih beradab dari kita he…he…, sudahlah daripada kita ngomong ngelantur ngalor ngidul membandingkan kaum kita dengan manusia yang memang jauh berbeda lebih baik kita fokus dengan apa yang akan kita bahas pada agenda mahkamah ini, Bukan begitu…?! Haloo…, loh koq pada tidur sih…?!

Baiklah ada baiknya kita break dulu bukan begitu…?!

SETUJUUU….!!!

[giliran break aja pada bangun….pyuhh…, dasar kecoa..]

Dengan persetujuan forum saya nyataken kita break dulu 30 menit 25 detik, silahkan rekan-rekan nikmati coffebreaknya. Dinegeri kecoa ini segala keputusan dan kebijakan selalu dihasilkan dengan kesepakatan bersama, itu sudah harga mati supaya tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, asal kita semua senang itu kita lakukan, yah…seperti sekarang ini, rapat baru dimulai 2 menit 25 detik sudah break 30 menit 25 detik he…he…, yang penting kita semua senang bukan begitu…?!

[Setelah 30 menit 25 detik]

Okeh…, saudara-saudara setelah kita break…, bagaimana..?! Bisa kita lanjutkan kembali…?! Apa masih ngantuk?!

Ndaaakkkkk….,!!!

Lanjut ketua…!!!

Kalo kita ngantuk juga nanti kita tidur disini ketua…!!!

He…he…, bagus lah kita langsung ke pokok permasalahan…, Ada yang punya usul…!!!?

Permasalahannya apa ketua..? Koq langsung ditanya usulan…? Gimana Dooong…?

Itu…itu…, kita itu belum mempunyai pokok permasalahan, itulah yang menjadi permasalahannya, kita itu ngumpul disini itu belum tahu apa yang akan dibicarakan, makanya saya kembalikan kepada forum barangkali ada yang punya usulan yang bagus…?

Saya punya usul ketua…, bagaimana kalau kita minta pendapat sama bapak penasehat Kecoa Bintjoro saja Gimana…?!

Hmmm…, bagus…bagus.. usulan yang bagus, terima kasih. Nah…, bapak penasihat yang terhormat bagaimana menurut pendapat anda, apa yang anda pikirkan saat ini…, silahken.

Ehhemm…Hoeeek…cuiihh…, maaf hadirin tenggorokan saya sedikit terganggu. Sepertinya memang sesuatu itu sebelum dilakukan harus direncanakan dahulu, jangan Grasa-grusu, jadi hasilnya juga gak nentu. Setelah saya pikir-pikir, saya renungkan, dan saya telaah dapat saya simpulkan bahwa kita ini memang memerlukan suatu pokok permasalahan di Forum ini, akan tetapi yang menjadi pokok masalah itu sendiri kita belum tahu..

Tapi baiklah…, saya selaku ehm…penasihat mempunyai kewajiban untuk memberikan pencerahan…, bukan begitu…?!

Seperti yang lalu-lalu…ehm…, tapi sebelumnya boleh saya minta rokoknya pak ketua…?

Ooo…boleh…boleh…, silahken…

Terima kasih ketua…, pada dasarnya otak saya ini suka buntu kalo gak dibawa merokok…he..he.., kita lanjut ya…

Saya ada pemikiran…, begini…, bagaimana kalo system pilkada kita ubah menjadi audisi sebab banyak pengalaman dinegeri sebelah setiap pilkada itu selalu berakhir rebut bagaimana ketua…?

Hmm…, boleh juga tapi sekali lagi kita kembalikan kepada forum bagaimana saudara-saudara…?

SETUJUUUUU….!!!!

Setuju ketuaaa…, jadi kita semua bisa mencalonkan diri jadi kepala daerah yaaa…biarpun nggak terpilih kan kita juga bisa ngetop jadi selebriti ha…ha..ha…

HUUUUUUUUU….!!!!

Lu mau jadi selebriti…, muke lu jauh (dengan logat Tegal yang medok), lha kepriben elu tuh gue baca ditipi dan lihat dikoran aja katanya banyak selebriti yang mau jadi pemimpin daerah…heh..sok-sokan lu…

Weleh…weleh…yo ndak po-po tho mas, lha wong itu Cuma cita-cita koq sampeyan yang protes..

Sudah…sudah…jangan bertengkar, dinegeri kita ini semua bebas berpendapat, bebas punya cita-cita dari yang baik sampe yang buuuruk, ingat itu ya…

Oke…, jadi secara aklamasi atau apalah namanya semuanya SETUJU jika kita menerapkan system audisi untuk pemilihan kepala daerah atau mungkin sekalian pemilihan presiden ya. Untuk mekanisme pelaksanaannya nanti kita bicarakan lagi karena sekarang waktu sudah hampir Subuh kita tutup agenda hari ini, baiklah dengan keputusan ini saya nyataken rapat ditutup…(clingak-clinguk…) sssttt…., sekretaris palunya mana…?

Ngggg…, nganu pak tadi dipinjem tukang buat ndandani pintu rumah saya…, maaf ketua…(sambil cengengesan)

Hmmmm…, ya udah berhubung palunya gak ada saya persilahken saudara-saudara untuk membubarkan diri, jangan lupa bawa pulang kembali meja sama kursinya ya…, Selamat Pagi…

Pagiiii….

Begitulah setelah forum ditutup masing-masing membubarkan diri dengan memikul kursi dan meja milik mereka, kembali menyusuri lorong-lorong gelap untuk bersenggama dengan kecoa-kecoa betina untuk kelangsungan existensi mereka.