Malam menjelang pagi…, dimana beberapa makhluk masih tersungkur terbuai dalam syahdunya belaian angin dingin dini hari yang menerobos masuk melalui angin-angin, ada juga yang sudah mulai beraktifitas mengais-ngais rezeki mulai dari tempat sampah sampai pasar induk. Pun demikian, yang terjadi di negeri ketjoa, yang pada dini hari itu sedang dilaksanakan pertemuan dengan pokok bahasan yang utama yaitu masalah “Kejujuran”…, gak usah panjang-panjang preambulenya langsung aja kita ke TKP…!!!

“Selamat malem menjelang pagi saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air di negeri Ketjoa tercinta ini…” dengan jumawa dan lantang sang Ketua membuka acara pertemuan.

“SELAMAT JUGA PA KETUA….!!!!” tak kalah lantangnya para hadirin membalasnya.

“he..he..he…, bagus..bagus.., kelihatannya masih pada semangat ya ….” sang Ketua menimpali.

“IYA DONGGG….!!!! LANGSUNG AJA PA KETUA, POKOK BAHASAN

KALI INI APA…? sahut para hadirin gak sabaran.

“Baik…baik…, hadirin sekalian yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah masalah ‘KEJUJURAN’, memang di negeri Ketjoa ini masalah Kejujuran itu tidaklah penting tapi kita akan berbicara tentang KEJUJURAN terkait dengan isu yang merebak di negara tetangga kita yang mana ‘KEJUJURAN’ sudah menjadi barang langka, mungkin juga sudah hampir punah. Untuk lebih jelasnya mari kita dengar pendapat dan penjelasan dari saudara Ketjoa Bintjoro selaku penasihat dan nara sumber forum.., kepada beliau saya persilahkan..” pungkas sang Ketua.

“Ehmm…, baiklah terima kasih Pak Ketua atas kepercayaannya dan waktunya, selamat malam menjelang pagi saudara-saudaraku semua. Sebelum kita bahas lebih jauh tentang masalah KEJUJURAN, terlebih dahulu saya akan jelaskan tentang asal kata KEJUJURAN. “KEJUJURAN’ asal katanya yaitu JUJUR yang merupakan kata sifat, ketika diberikan imbuhan Ke- dan –an berubah dari kata sifat menjadi kata benda, yang tentunya merupakan kata benda abstrak. Itu yang saya tahu mengenai kata KEJUJURAN, jika ada yang lebih tahu, tolong jangan didebat karena pengetahuan saya mengenai kata itu baru sampai disitu. Selanjutnya memang benar di negara tetangga kita ‘KEJUJURAN’ menjadi barang langka. Kejujuran sudah berbanding terbalik dengan kepercayaan, artinya apa yaitu jika seseorang itu memiliki kejujuran maka tidak akan menjadi orang kepercayaan seseorang atau pejabat yang tidak jujur. Karena jika orang yang jujur menjadi kepercayaan orang yang tidak jujur mereka khawatir ketidakjujurannya akan dibongkar oleh orang yang jujur tadi, dan kalau pun terlanjur orang yang jujur tadi menjadi orang kepercayaan orang yang tidak jujur tadi dan membongkar ketidakjujurannya maka orang yang tidak jujur tadi mengatakan orang yang jujur tadi tidak jujur alias pembohong alias lagi pembual. Jadi kesimpulannya…, Kejujuran itu berbanding terbalik dengan kepercayaan tapi berbanding lurus dengan kebohongan, itu menurut orang yang tidak JUJUR. Maka kesimpulannya jika pembual ketemu dengan pembohong itu cocok tapi kalo pembual vs pembohong itu yang bikin kita bingung. Demikian sedikit uraian mengenai Isu KEJUJURAN di negara tetangga kita, dan tentunya dinegeri Ketjoa tercinta ini yang terpenting adalah kepercayaan, karena KEJUJURAN dan KEBOHONGAN hanya terpisahkan oleh selaput tipis jika kejujuran itu hanya tersaput dibibir saja. Eee…, mungkin cukup dari saya Pak Ketua.., terima kasih saudara-saudaraku atas perhatiannya”. tutup penasihat forum Ketjoa Bintjoro sambil melirik Pak Ketua yang terlihat terkantuk-kantuk…

“Pak Ketua….” bisik Penasihat sambil menyikut lengan Ketua Forum

“Eh…,ehm…, iya sampai dimana Tadi..?! sahut Pak Ketua tergagap…

“SUDAH HABISSS…, PAK KETUAAAA…!!! Sahut Hadirin serempak sambil membubarkan diri..

“Ooh.., ya udah…, Selamat Pagi semuanya dan selamat beristirahat” ………..