Kalau dilihat dari judulnya, romantis gerimis. Tapi…, judul tak selamanya harus sesuai dengan isi tulisan bisa saja isi dari tulisan ini panas gerah, syahdu kelabu dan lain sebagainya. Tapi yang jelas ini negeri Kecoa yang segala sesuatunya mungkin saja terjadi, dan ini episode Ketjoa Bintjoro Edisi November Rain.
Jika melihat dari latar belakang negeri Kecoa, mungkin semuanya akan terheran-heran kenapa mesti ada Negeri Kecoa yang sedikitpun tidak memiliki latar belakang. Yah… ini hanyalah negeri hayalan yang mengilustrasikan tentang kehidupan yang ingin mengungkapkan bahwa bersih itu bukannya tidak kotor, tapi kotor pasti bau.

Hari itu masih kriyep-kriyep (=Dinihari menjelang pagi), kehidupan yang belum lama dimulai akan kembali sunyi. Dipojokan toilet toko sepatu olahraga terlihat segerombol kecoa yang masih asyik menikmati dugem ala mereka..

Bergeser sedikit kekanan ada segerombolan lagi, yang jumlahnya lebih banyak dari mereka yang sedang asyik dugem, dan tampak lebih rapi barisan mereka. Didepannya ada tiga ekor kecoa yang rupanya merupakan tetua mejelis kecoa dan satu orang penasihat forum kecoa tak lain dan tak bukan yang dikenal sebagai Ketjoa Bin Tjoro.

“Hadirin sekalian, selamat bertemu kembali diforum kecoa yang agung ini…”, suara yang begitu berwibawa agak-agak serak memulai membuka kata untuk memulai pertemuan forum kecoa. “Dan Selamat malam menjelang pagi…” sambungnya. “SELAMAT MALAM MENJELANG PAGI….!!!!” jawab hadirin. “Pak Ketua hari ini tema bahasan kita apa…?” celetuk hadirin yang berada dipojok belakang paling kanan dekat saluran pembuangan.

“Okeh baiklah langsung saja, tema pertemuan kali ini yaitu ‘Masa Sih..?’, yang lebih jelasnya mungkin akan dijelaskan oleh penasihat forum yaitu saudara Ketjoa Bin Tjoro, kepada saudara penasihat forum, waktu dan tempat kami persilahken”.

“Terima Kasih pa ketua” jawab penasihat forum.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa tema pada pertemuan kali ini yaitu ‘Masa Sih..?’, sebelum kita masuk kedalam bahasan lebih lanjut, mungkin ada baiknya kita pahami dahulu makna dari kata ‘Masa Sih’ ini.” diam sejenak sambil berfikir…

“‘Masa Sih..?’ merupakan sebuah kata yang bermakna sebuah ungkapan ketidakpercayaan tentang suatu berita atau kejadian, yang mana kejadian itu sebenarnya terjadi dan benar-benar terjadi, itu…, untuk sementara…”. Lanjut sang penasihat.

“Tapi dalam pertemuan kali ini tidak membahas tentang makna kata ‘Masa Sih..?’ tapi yang akan kita bahas yaitu filosofi dari makna kata ‘Masa Sih..?’ yaitu ketidakpercayaan yang lebih dekat dengan pengkhianatan dan kelicikan, kebohongan, kemunafikan. Seperti berita yang lagi hangat-hangatnya dinegeri sebelah yang merasa dikhianati oleh negeri tetangga yang katanya sahabatnya, terus ada kejadian dinegeri sebelah seorang pengusaha yang katanya merusak mobil dan rumahnya sendiri tapi belakangan diketahui kalo keterangannya itu bohong, kemudian ada aturan yang berlaku buat oarng lain yang diluar keluarganya dan banyak lagi makna filosofi dari kata ‘Masa Sih..?’. Dan dinegeri kecoa ini pengkhianatan dan kelicikan, kebohongan, kemunafikan bukan sebuah masalah besar, setuju..?”

“MASA SIIIIHHHHH…..?” Jawab para hadirin, serempak.

“Baiklah, karena hari sudah mulai pagi dan sebentar lagi kaum manusia mulai beraktifitas, forum saya kembalikan pada ketua forum, silahken…”. pungkas penasihat forum.

“Terima Kasih kepada penasihat forum yang telah dengan gamblang menjelaskan tema dan pokok bahasan forum kita kali ini, dengan demikian….” tiba-tiba dari tengah hadirin ada yang berteriak..

“Sebentar pak Ketua…, apa tidak ada diskusi tentang tema pertemuan kali ini…?” tanyanya.

“Apa…, Oh iya untuk hal ini diskusi tidak penting, yang penting sekarang kita pulang ketempat masing-masing, bereproduksi dan melanjutkan hidup masing-masing…, SETUJUUUU….?”

“SETUJUUUUUUU……..!” Jawab hadirin dan langsung membubarkan diri.

Hmmm…, hari mulai terang, sebentar lagi pengkhiatan, kelicikan, kebohongan dan kemunafikan akan menghiasi hari yang cerah ini. Semoga para kecoa bisa beristirahat dengan tenang.

November Rain…!