Resistansi Pembumian

1 Komentar


Artikel ini untuk melengkapi artikel terdahulu tentang sistem pentanahan.

Resistans pembumian elektrode bumi rt tergantung pada jenis dan keadaan tanah serta pada ukuran dan susunan elektrode.

Perhatikan Tabel dibawah :


Jenis elektrode Panjang pita 
atau penghantar 
pilin
Panjang batang 
atau pipa
Pelat vertikal 
dengan sisi 
atas + 1 m 
dalam tanah
Resistans pembumian 10m 25m 50m 100m 
20 10 5 3
1m 2m 3m 5m 
70 40 30 20
0,5x1m 1x1m 
35 25

Menununjukkan nilai rata-rata dari resistans pembumian untuk elektrode bumi 

Contoh:

untuk mencapai resistans pembumian suatu elektrode bumi sebesar 5 ohm, maka menurut Tabel 1 dan 2 untuk tanah liat atau ladang dengan resistans jenis tanah liat atau tanah ladang dengan rt = 100 ohm-m, diperlukan sesuatu elektrode pita dengan panjang 50 m atau 4-elektrode batang, masing-masing panjangnya 5m, yang disusun dalam lingkaran dengan diameter 15 m.
Untuk pasir basah dengan rt=200 ohm maka terdapat resistans pembumian sama dengan 6 ohm dan panjang pita pembumian 100m

Untuk mendapatkan reistans pembumian yang hasilnya sama bila dipakai pelat elektrode, maka memerlukan bahan yang lebih banyak dari pada elektrode pita atau batang tanah.

Contoh untuk menentukan resistans pembumian suatu elektrode:

– Suatu elektrode pita dengan ukuran 30mm x 4mm (l x t) dengan panjang L=40 mm.
– Resistans jenis tanah rt = 180 ohm-m.
– Resistans pembumian dapat dihitung dengan rumus dalam tabel dibawah ini.

Lagi

Do not put the laptop above the thigh, why… ?

2 Komentar


die, little red vaio!For laptop users, you surely know that after some time the device is used it will feel a little warm. Indeed, if you put the laptop on the table, only a little warmth that you will feel. However, if you put it above the thigh when you use it, you can endanger your health.
Is it true laptop dangerous?
Evidence of that is certainly not there. However, in 2002, a letter to the health journal The Lancet relate how a Swedish scientists who are aged 50 years has been to create intimate part of his body burned after he uses the laptop in the lap for an hour, of course, with a full-dress.
However, there are more egregious, particularly for men. Research shows a strong relationship between the increase in temperature (sorry) testicle and decreasing the amount of sperm. One study found that increasing the temperature daily average (sorry) testicle has been only one degree to reduce the number of sperm concentration to 40%.
For young men, the impact of the laptop this summer, which can be much longer. Studies conducted in the State University of New York at Stony Brook measure the temperature of intimate areas of 29 healthy volunteers when they close up their thigh to putting laptop above. After one hour, local temperature is increased on average 2.1 degrees Celsius. When the experiment is repeated with the really true laptop, the increase in temperature increased 0.7 degrees Celsius.
Dr. Yefim R. Sheynkin (Associate Professor of Urology at Stony Brook) said that “not repeated short term improvement in the temperature (sorry) of testicle is reversibel nature.” But he also warns that the often repeated display will not function (sorry) testicle opportunity to recover fully, which can cause permanent disability.
Lagi

Tahanan Pentanahan

105 Komentar


Sambungan ke tanah diperlukan untuk melindungi peralatan – peralatan komunikasi dan personal terhadap bahaya petir atau kesalahan pada power sistem dan juga dapat berfungsi sebagai service pada suatu sistem.

Untuk merencanakan suatu sistem pentanahan ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain Tahanan Jenis Tanah, Struktur tanah, keadaan lingkungan, biaya, ukuran dan bentuk sistemnya.

Biasanya tahanan pentanahan yang lebih rendah sangat efektif, tetapi biaya menjadi besar. Untuk itu perlu dipertimbangkan efek fungsi dan ekonomisnya. Oleh karena itu perlu kiranya bagi kita untuk dapat merencanakan dan membuat sistem pentanahan yang sesuai dengan keperluannya.

SYARAT – SYARAT SISTEM PENTANAHAN YANG EFEKTIF

  1. Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu keperluan pemakaian
  2. Elektroda yang ditanam dalam tanah harus :
    • Bahan Konduktor yang baik
    • Tahan Korosi
    • Cukup Kuat
  3. Jangan sebagai sumber arus galvanis
  4. Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya.
  5. Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun.
  6. Biaya pemasangan serendah mungkin.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN TAHANAN PENTANAHAN

Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor :

  1. Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar yang menghubungkan ke peralatan yang ditanahkan.
  2. Tahan kontak antara elektroda dengan tanah.
  3. Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda.

Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan, akan tetapi tahanan kawat penghantar yang menghubungkan keperalatan akan mempunyai impedansi yang tinggi terhadap impuls frekuensi tinggi seperti misal pada saat terjadi lightningdischarge. Untuk menghindarinya, sambungan ini di usahakan dibuat sependek mungkin.

Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan sekeliling elektroda atau dengan kata lain tahanan jenis tanah (ρ).

TAHANAN JENIS TANAH (ρ)

Dari rumus untuk menentukan tahanan tanah dari statu elektroda yang hemispherical R = ρ/2πr terlihat bahwa tahanan pentanahan berbanding lurus dengan besarnya ρ. Untuk berbagai tempat harga ρ ini tidak sama dan tergantung pada beberapa faktor :

  1. sifat geologi tanah
  2. Komposisi zat kimia dalam tanah
  3. Kandungan air tanah
  4. Temperatur tanah
  5. Selain itu faktor perubahan musim juga mempengaruhinya.

Sifat Geologi Tanah

Ini merupakan faktor utama yang menentukan tahanan jenis tanah. Bahan dasar dari pada tanah relatif bersifat bukan penghantar. Tanah liat umumnya mempunyai tahanan jenis terendah, sedang batu-batuan dan quartz bersifat sebagai insulator.

Tabel dibawah ini menunjukkan harga-harga ( ρ ) dari berbagai jenis tanah.

Tabel. 1

No.

JENIS TANAH

TAHANAN JENIS TANAH( ohm.meter )

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Tanah yang mengandung air garam

Rawa

Tanah liat

Pasir Basah

Batu-batu kerikil basah

Pasir dan batu krikil kering

Batu

5 – 6

30

100

200

500

1000

3000

KOMPOSISI ZAT – ZAT KIMIA DALAM TANAH

Kandungan zat – zat kimia dalam tanah terutama sejumlah zat organik maupun anorganik yang dapat larut perlu untuk diperhatikan pula.

Didaerah yang mempunyai tingkat curah hujan tinggi biasanya mempunyai tahanan jenis tanah yang tinggi disebabkan garam yang terkandung pada lapisan atas larut. Pada daerah yang demikian ini untuk memperoleh pentanahan yang efektif yaitu dengan menanam elektroda pada kedalaman yang lebih dalam dimana larutan garam masih terdapat.

KANDUNGAN AIR TANAH

Kandungan air tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan tahanan jenis tanah ( ρ ) terutama kandungan air tanah sampai dengan 20%.

Dalam salah satu test laboratorium untuk tanah merah penurunan kandungan air tanah dari 20% ke 10% menyebabkan tahanan jenis tanah naik samapai 30 kali.Kenaikan kandungan air tanah diatas 20% pengaruhnya sedikit sekali.

TEMPERATUR TANAH

Temperatur bumi pada kedalaman 5 feet (= 1,5 m) biasanya stabil terhadap perubahan temperatur permukaan.

Bagi Indonesia daerah tropic perbedaan temperatur selama setahun tidak banyak, sehingga faktor temperatur boleh dikata tidak ada pengaruhnya.

ELEKTRODA PENTANAHAN

Jenis Elektroda pentanahan

Pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis elektroda yang digunakan pada sistem pentanahan yaitu :

  1. Elektroda Batang
  2. Elektroda Pelat
  3. Elektroda Pita

Elektroda – elektroda ini dapat digunakan secara tunggal maupun multiple dan juga secara gabungan dari ketiga jenis dalam suatu sistem.

ELEKTRODA BATANG

Elektroda batang terbuat dari batang atau pipa logam yang di tanam vertikal di dalam tanah.
Biasanya dibuat dari bahan tembaga, stainless steel atau galvanised steel. Perlu diperhatikan pula dalam pemilihan bahan agar terhindar dari galvanic couple yang dapat menyebabkan korosi.
Ukuran Elektroda :
diameter 5/8 ” – 3/4 ”
Panjang 4 feet – 8 feet
Elektroda batang ini mampu menyalurkan arus discharge petir maupun untuk pemakaian pentanahan yang lain.

ELEKTRODA PELAT

Bentuk elektroda pelat biasanya empat perseguí atau empat persegi panjang yang tebuat dari tembaga, timah atau pelat baja yang ditanam didalam tanah. Cara penanaman biasanya secara vertical, sebab dengan menanam secara horizontal hasilnya tidak berbeda jauh dengan vertical. Penanaman secara vertical adalah lebih praktis dan ekonomis.

ELEKTRODA PITA

Elektroda pita jenis ini terbuat dari bahan metal berbentuk pita atau juga kawat BCC yang di tanam di dalam tanah secara horizontal sedalam ± 2 feet. Elektroda pita ini bisa dipasang pada struktur tanah yang mempunyai tahanan jenis rendah pada permukaan dan pada daerah yang tidak mengalami kekeringan.
Hal ini cocok untuk daerah – daerah pegunungan dimana harga tahanan jenis tanah makin tinggi dengan kedalaman.

PENGKONDISIAN TANAH

Bagi daerah – daerah yang mempunyai struktur tanah dengan tahanan jenis tanah yang tinggi untuk memperoleh tahanan pentanahan yang diinginkan seringkali sukar diperoleh. Ada tiga cara untuk mengkondisikan tanah agar pada lokasi elektroda ditanam tahanan jenis tanah menjadi rendah, yaitu :

  1. Dengan membuat lubang penanaman elektroda yang lebar dan dimasukkan mengelilingi elektroda tersebut bahan – bahan seperti tanah liat atau cokas.
  2. Mengelilingi elektroda pada suatu jarak tertentu diberi zat-zat kimia yang mana akan memperkecil tahanan jenis tanah di sekitarnya. Zat-zat kimia yang biasa di pakai adalah sodium chloride, calsium chloride, magnesium sulfat, dan coper sulfat.
  3. Dengan Bentonite.
    Bubuk bentonita bersifat mengabsorb air, karena itu dengan mencampur bubuk bentonite, garam dapur dan air maka campuran bentonite tersebut dapat menghasilkan tahanan jenis tanah yang rendah. Dengan menanamkan campuran bentonite tersebut disekeliling elektroda maka tahanan pentanahandapat diperkecil 1/10 – 1/15 kali.
    Komposisi campuran bentonite menurut perbandingan :Bentonite : garam dapur : air = 1 : 0,2 : 2

Sumber :
Grounding System, Diktat Kuliah AMG, Jakarta

Grounding System

4 Komentar


Hari Kamis (2/10/2008) kemarin tepat pukul 13.30 WITA terjadi fenomena alam yang menurut saya sngat dahsyat yaitu sambaran petir. Sambaran petir itu mengakibatkan beberapa peralatan elektronik di tempat saya bekerja menjadi rusak, saking dahsyatnya sampai-sampai jam dinding yang belum waktunya bunyi jadi bunyi. Inilah salah satunya yang memotivsi saya untuk menuliskan tentang grounding system, ada pepatah lebih baik mencegah daripada telanjur basah..walah koq kata-katanya banyak yang kayak lagu ya…oke deh kita mulai saja ke topik selanjutnya… 🙂

 

Grounding System (Sistim Pentanahan)

Grounding System/Sistem Pentanahan atau banyak orang menyebutnya sebagai penangkal petir, adalah suatu system yang fungsinya untuk menetralisir jalaran arus listrik akibat dari sambaran petir di tanah.

Lalu apa itu petir dan bagaimana proses terjadinya…?

Petir

Petir

Petir adalah suatu fenomena alam yang pembentukannya berasal dari terpisahnya muatan di dalam awan Comulusnimbus yang terbentuk akibat adanya pergerakan udara ke atas akibat penguapan air laut dan adanya uadara yang lembab. Pada umumnya muatan negative akan berkumpul di bagian bawah dan ini akan menyebabkan terjadinya induksi muatan positif diatas prmukaan tanah sehingga membntuk medan listrik antara awan dan tanah. Jika medan listrik cukup besar, dan medan listrik di udara membesar, maka akan terjadi pelepasan muatan berupa petir atau menjadi sambaran petir yang bergerak dengan kecepatan tinggi disertai dengan efek merusak yang sangat dahsyat.
Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa yang panas dan lembab dengan iklim tropisnya, berpotensi terjadinya hari guruh yang sangat tinggi dibanding dengan daerah lainnya. Sebagai catatan hari guruh tertinggi pernah terjadi pada tahun 1988 yaitu di daerah Cibinong.
Selain hari guruh yang sangat tinggi yang perlu diperhatikan bahwa kerapatan sambaran petir di Indonesia juga sangat besar, jadi daerah-daerah di Indonesia ini pada umumnya rawan terhadap sambaran petir.

Bahaya Sambaran Petir

Kerusakan harta benda dan kematian manusia yang disebabkan oleh sambaran petir di negara kita relative tinggi, mulai dari meninggalnya patani yang sedang menggarap sawah sampai terhentinya produksi sebuah kilang minyak disebabkan oleh sambaran petir, baik langsung maupun tak langsung yaitu melalui radiasi, konduksi, atau induksi gelombang elektro magnetik.

Seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang semakin besar pula tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh sambaran petir. Dengan demikian ancaman sambaran petir pada semua perlatan baik peralatan canggih maupun konvensional perlu diantisipasi dengan jalan membangun suatu sistem instalasi yang diharapkan dapat melindungi paralatan-peralatan tersebut dari sambaran petir.

Prinsip Proteksi Petir

Memperhatikan bahaya yang diakibatkan oleh sambaran petir, maka sistem proteksi petir harus mampu melindungi gedung maupun peralatan-peralatan dari bahaya sambaran langsung (external protection) dan sambaran tidak langsung (internal protection), serta membuat suatu sistem pentanahan (grounding system) yang memadai dan terintegrasi ( bounding) dengan baik.

1. Proteksi Petir Eksternal (External Protection)

Bagian Penangkap Petir/ finial, bagian ini dapat berupa finial batang tegak, finial mendatar dan finial-finial lain dengan memanfaatkan benda logam yang terpasang di atas bangunan, seperti atap yang terbuat dari logam, menara logam, dan lain-lain
Tingkat perlindungan yang diinginkan akan menentukan susunan dan jumlah finial, dimensi dan jenis bahan yang digunakan

Finial batang tegak biasa digunakan untuk bangunan atap runcing, menara telekomunikasi, dan lain-lain.

Satu hal perlu dipertimbangkan untuk bangunan tinggi seperti menara telekomunikasi adalah adanya kemungkinan kejadian sambaran samping, yang berarti diantisipasi bahwa petir dapat menyambar dari samping.
Antena yang disambar petir akan dialiri arus petir, dan arus petir yang mengalir dapat diperkirakan besarnya berdasarkan sudut lindung finial terpasang, yang dengan demikian dapat pula diperkiran resiko yang ditimbulkan.

Finial mendatar biasanya digunakan pada bangunan atap datar dengan menggunakan penghantar yang dipasang mendatar, dengan menggunakan atap bangunan atau atap tengki suatu kilang minyak. Konsepsi yang diterapkan adalah konsepsi Sangkar Faraday.

Penangkal Petir Internal

Implementasi Konsepsi penangkal petir internal pada dasarnya adalah upaya menghindari terjadinya beda potensial pada semua titik pada instalasi atau peralatan yang diproteksi di dalam bangunan.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan ialah mengintegrasikan sarana penyama potesial, pemasangan arestor tegangan dan arus, dan filtering. Biaya yang diperlukan untuk pengadaan penangkal petir internal adalah sangat besar karena berbagai mekanisme dapat menyebabkan terjadinya beda potential di dalam peralatan/bangunan yang diproteksi yang dapat berupa propagasi tegangan, terlebih melalui saluran telpon, antene, supply daya listrik, dan berbagai induksi elektromagnetik.

Upaya minimalisasi biaya dapat dilakukan dengan langkah pendefinisian Zoning Area Proteksi terutama dengan upaya mengurangi menjadi sekecil mungkin semua arus atau tegangan impuls petir yang menjalar ke dalam bangunan dan instalasi.

Sistem Pentanahan

Sistem pentanahan berfungsi sebagai sarana mengalirnya arus petir yang menyebar ke segala arah di dalam tanah. Hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem pentanahan adalah tidak timbulnya bahaya tegangan yang mengalir.
Kriteria yang dituju dalam pambuatan sistem pentanahan adalah bukannya rendahnya harga tahanan tanah akan tetapi dapat dihindarinya bahaya seperti tersebut didepan.

Selain itu baik-buruknya sistem pentanahan sangat menentukan rancangan sistem penangkal petir internal, semakin tinggi harga tahanan pentanahan akan semakin tinggi pula tegangan yang terdapat pada penyama potensial (Potensial Equalizing Bonding), sehingga upaya proteksi internalnya akan lebih berat.

Nah…,  dengan demikian kita bisa menilai betapa perlunya sistem pentanahan/grounding system untuk menghindari kerugian yang lebih besar dari bahaya sambaran petir. Untuk penjelasan tentang tahan pentanahan bisa anda lihat artikelnya di https://ak4037.wordpress.com/2008/10/04/tahanan-pentanahan/ . Disitu dijelaskan secara detail tentang tahan pentanahan dan syarat-syarat untuk efektifitas dari system pentanahan yang akan kita rancang. Semoga artikel dari saya bisa menjadi inspirasi bagi anda, SELAMAT BERKREASI…!!!

Tinjauan Dinamika Atmosfer

1 Komentar


Tulisan ini dikutip dari website Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru Kalimantan Selatan

Perkembangan dinamika atmosfir mulai April 2008 hingga akhir Juni 2008, nilai indeks osilasi selatan (IOS) tiga bula terakhir adalah : April 2008 ( + 4,5), Mei 2008 ( – 4,3), Juni (+5).  Kondisi  suhu muka laut pada akhir Juni  di Samudera Pasifik Equator bagian barat yaitu Nino 4 dan Nino 3,4 anomali berkisar – 0,5°C dan – 0,3 °C. Nino 3 adalah 0,0 °C dan  Nino1+2   adalah + 0,4 °C. Suhu muka laut di perairan Indonesia hingga pertengahan Juli berkisar 26 °C – 28 °C, dan anomalinya berkisar – 0.5 °C hingga + 0,5 °C. Kondisi Suhu Muka Laut di sekitar perairan Kalimantan Selatan berkisar 28 °C

Mulai akhir Juni sd awal Juli 2008  di belahan bumi utara sel tekanan rendah semakin banyak dan sebaliknya sel tekanan tinggi di daratan Australia semakin menguat. Hal ini menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia di kuasai oleh angin Timuran. Nilai indeks osilasi selatan pada bulan Juni 2008 meningkat positif dan trend bulan Juli juga cenderung positif, dan kondisi suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia khususnya di Laut Jawa, selat Karimata dan selat Makassar menunjukkan suhu muka laut masih cukup hangat yaitu berkisar 28 °C. Kondisi ini menyebabkan masih adanya pertumbuhan awan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan masih berpeluang hujan sampai akhir Juli 2008. Prediksi trend dinamika atmosfir bulan Agustus 2008 yaitu dengan melemahnya sel tekanan tinggi di Asia dan tumbuh banyak sel-sel tekanan rendah di lintang Utara serta nilai negatif indeks osilasi selatan menguat dan Anomali positif suhu muka laut di Pasifik Equator bagian timur menguat, maka musim kemarau di Kalimantan Selatan pada bulan Agustus 2008 akan berlangsung.

Tahukah Anda…

1 Komentar


Sampai saat ini pertumbuhan jumlah situs di internet menunjukan peningkatan tajam.

Berdasarkan perhitungan ( bukan quick count ) mbah google, jumlah situs yang online di internet saat ini sudah menembus angka 1 triliun. Bahkan menurut mbah google juga ada lebih dari 1 triliun link individual, namun tidak semua dari link tersebut mengarah ke unique page. Ada beberapa page yang memiliki banyak URL dengan kontent yang sama.

Bisa dibayangkan bagaimana sesaknya dunia maya ini dengan begitu banyak website, mulai dari yang berkelas, sampai dengan website yang cuma iseng. Ini adalah respon positif dari kemajuan tehnologi yang mengutamakan kemudahan dalam segala hal.

Powered by Google

Powered by Google

Profesi Model Terancam

Tinggalkan komentar


Dimasa yang akan datang kemungkinan profesi model akan diambil alih oleh robot, pasalnya Organisasi Industri Riset Baru Kobe, Jepang Sudah menciptakan sebuah robot Humanoid (=layaknya manusia). Robot itu bertinggi badan 160 cm dan bertingkah laku seperti peragawati, mulai dari gaya berjalan, menggerakan kepala, lengan, pinggang dan bagian tubuh lainnya.

Menurut para perancangnya, robot peragawati itu bisa digunakan untuk kegiatan fashion show atau acara promosi lainnya. Namun walaupun begitu, robot tersebut masih memerlukan tahap penyempurnaan akhir berupa bentukan wajah dan lapisan kulit untuk menyelubungi kerangka besi dan kabel-kabel yang melingkupinya. Yang paling utama katanya, wajah dibikin sangat mirip dan secantik peragawati sesungguhnya. (ant).

Wah kalau itu bener-bener terwujud, ane saranin pada semua peragawati and model, supay siap-siap cari profesi lain sebelum gulung tiker, atau pensiun dini juga boleh he…he..he… 🙂

Older Entries