November Rain

Tinggalkan komentar


Kalau dilihat dari judulnya, romantis gerimis. Tapi…, judul tak selamanya harus sesuai dengan isi tulisan bisa saja isi dari tulisan ini panas gerah, syahdu kelabu dan lain sebagainya. Tapi yang jelas ini negeri Kecoa yang segala sesuatunya mungkin saja terjadi, dan ini episode Ketjoa Bintjoro Edisi November Rain.
Jika melihat dari latar belakang negeri Kecoa, mungkin semuanya akan terheran-heran kenapa mesti ada Negeri Kecoa yang sedikitpun tidak memiliki latar belakang. Yah… ini hanyalah negeri hayalan yang mengilustrasikan tentang kehidupan yang ingin mengungkapkan bahwa bersih itu bukannya tidak kotor, tapi kotor pasti bau.

Hari itu masih kriyep-kriyep (=Dinihari menjelang pagi), kehidupan yang belum lama dimulai akan kembali sunyi. Dipojokan toilet toko sepatu olahraga terlihat segerombol kecoa yang masih asyik menikmati dugem ala mereka.. Lagi

Iklan

Pembual vs Pembohong

2 Komentar


Malam menjelang pagi…, dimana beberapa makhluk masih tersungkur terbuai dalam syahdunya belaian angin dingin dini hari yang menerobos masuk melalui angin-angin, ada juga yang sudah mulai beraktifitas mengais-ngais rezeki mulai dari tempat sampah sampai pasar induk. Pun demikian, yang terjadi di negeri ketjoa, yang pada dini hari itu sedang dilaksanakan pertemuan dengan pokok bahasan yang utama yaitu masalah “Kejujuran”…, gak usah panjang-panjang preambulenya langsung aja kita ke TKP…!!!

Lagi

Pilkada Atau Audisi

1 Komentar


Kembali lagi kita bertemu di Mahkamah Negeri Kecoa Forum kecoa yang terhormat. Seperti kita ketahui bersama bahwa negeri kita Negeri Kecoa yang tercinta adalah negeri yang tidak terbatas oleh jarak, ruang dan waktu. Bisa juga dikatakan tidak terbatas, Moral bukan masalah bagi kita, hal-hal kotor heh…, itu yang kita suka bukan begitu..?!

Suatu hal yang menyenangkan kita bisa hidup di negeri kecoa ini, hidup tanpa batasan-batasan yang mengikat, kebebasan yang murni dan tanpa batas, merdeka yang hakiki itu yang membedakan kita bangsa kecoa dengan kaum manusia yang lebih beradab dari kita he…he…, sudahlah daripada kita ngomong ngelantur ngalor ngidul membandingkan kaum kita dengan manusia yang memang jauh berbeda lebih baik kita fokus dengan apa yang akan kita bahas pada agenda mahkamah ini, Bukan begitu…?! Haloo…, loh koq pada tidur sih…?!

Lagi

Kecoa “Bintjoro”

2 Komentar


Perkenalken nama saya Kecoa Bintjoro, saya lahir pada tanggal 6 bulan 6 tahun 66. Tempat lahir saya adalah sebuah WC umum dipinggiran ibukota dengan 12 kamar dengan luas sekitar 12 meter persegi dengan 12 anak kunci yang sebagian sudah tidak bergigi lagi. Sepanjang hayat saya sedikitnya sudah 300 kali menyaksikan wanita mandi 205,5 laki-laki mandi dan dari 300 itu sedikitnya 213 wanita mandi sambil masturbasi selebihnya gak karena mereka adalah nenek-nenek, dari 205,5 laki-laki sedikitnya 195 orang mandi sambil onani 5 orang pura-pura mandi padahal ngintipin perempuan mandi dikamar sebelah selebihnya anak-anak dan bayi dan tidak kurang dari 19 kali pasangan non suami istri melakukan hubungan layaknya suami istri. Maaf kalo saya menceritakan ini semua, alasan saya adalah karena saya berbicara di forum kecoa yang terhormat ini, dimana undang-undang pornografi tidak dimiliki. Dan kepada hadirin sesama kecoa saya pertegasken bahwa kita mempunyai kebebasan dalam segala hal, bahken dalam hal reproduksi kita bebas tidak memerlukan seorang penghulu. Dimanapun kita mau, kapanpun kita mau, asal mau sama mau, tahu sama tahu kita bisa melakukannya. Dan sudah sepantasnya kita bangsa kecoa berbangga hati, karena bangsa manusia saat ini sudah meniru kita kebudayaan kita kebiasaan kita dan kehidupan kita. Manusia senang ditempat basah, manusia senang menjarah hak manusia lain, manusia suka hidup ditempat kotor dan bahkan berkubang dan bersenang-senang ditempat kotor. Lagi