Dilema Flash

Tinggalkan komentar


Terkadang kita ingin menerapkan file multimedia pada stus kita untuk menambah kaya akan konten dalam site kita tersebut. Seperti contohnya Flash, Flash merupakan file multimedia yang bisa di pasang dalam halaman website kita. Ada juga website yang menggunkan Flash Template, flash juga bisa digunakan untuk banner iklan dan lain sebagainya. Dari sekian banyak kegunaan Flash tersebut, terdapat satu kekurangan dari flash yaitu embedding flash pada halaman situs mengakibatkan proses validasi halaman menjadi tidak valid karena konten flash tadi.

Mengapa Demikian ? Mari kita bahas mengapa Flash menghamabt proses validasi dari halaman situs kita.
Tapi sebelumnya kita lihat dulu markup dari konten Flash tadi:

<object
classid=”clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000″ codebase=”http://download.macromedia.com/
pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,0,0″
width=”400″ height=”300″ id=”movie” align=””>
<param neme=”movie” value=”movie.swf” />
<embed src=”movie.swf” quality=”high”
width=”400″ height=”300″ name=”movie”
align=”” type=”application/x-shockwave-flash” plug inspage=”http://www.macromedia.com/go/getflashplayer” />
</object>

Kita lihat contoh diatas, kode markup diatas merupakan kode HTML untuk memasang sebuah file Flash pada halaman situs. Kalo kita perhatikan disitu ada dua tag utama yang nilainya di deklarasikan dua kali. Pada Internet eksplorer ( IE ) hanya menggunakan satu tags.

<object> adalah bagian dari XHTML, tapi disini diimplementasikan sangat buruk. IE menggunakan tags ini untuk memulai bagian dari file Flash yang terpasang. <param> elemen pendukung untuk menentukan file Flash itu sendiri ketika akan dimainkan.

<embed> bukan merupakan bagian spesifikasi dari XHTML, dan inilah yang menghambat proses validasi halaman website kita. Elemen ini biasanya digunakan oleh Browser Netscape dan yang sejenisnya untuk membuka file flash pada halaman website. <Embed> element adalah buatan Netscape sebagai metode mereka dalam memasang Plugin dan player pada halaman web. Elemen ini bukan bagian dari XHTML spesifikasi, dan hanya beberapa browser selain Netscape Mendukung elemen ini.

Demikianlah mengapa ketika kita memasang Flash pada halaman web kita, dan halaman web kita menjadi tidak valid. Bagaimana solusinya..? Ada kupasan tuntas mengenai ini di sini

Iklan

Tabel Warna dan Kode Warna

90 Komentar


Untuk memperindah dan mempercantik website biasanya kita hiasi dengan warna-warna yang menarik sesuai selera kita. Kombinasi warna yang tepat akan memberikan nilai tambah untuk sebuah website, dan tentunya lebih membuat pengunjung website betah berlama-lama mengunjungi website kita.

Lagi

Tutorial PHP

2 Komentar


Buat Anda yang ingin belajar pemrograman dengan PHP, silahkan Download E-booknya.
download ebook ebook php
Akhirnya selesai juga semua E-Book Tutorial PHP ilmuwebsite.com
E-BookE-Book ini sudah kami sempurnakan, jadi apabila anda memegang E-Bookyang lama, silahkan di hapus saja, karena kami sudah menyediakan versiUpdate nya.

Silahkan di download dan di sebarkan 🙂 Free Open Source:

free php ebook

Silahkan ambil semua

Apabila anda masih pemula di php, ada baiknya anda belajar php dulu.
Semuanya untuk komunitas ilmuwebsite.com 🙂
ilmuwebsite community
Bagi yang langganan artikel kami ilmuwebsite.com, silahkan cek email anda, kami sudah mengirimkannya 🙂
Happy Opensource :D~

Dalam menjalankan script php anda membutuhkan  XAMPP Server Console PHP Apache
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori news dengan judul Download Semua Ebook Tutorial PHP ilmuwebsite

Cara mendefinisikan CSS

Tinggalkan komentar


Ada beberapa cara untuk mendefinisikan style sheet pada sebuah halaman web, berdasarkan siapa yang mendefinisikan style sheet tersebut. Mendefinisikan disini berarti juga menerapkan yaitu menerapkan penggunaan style sheet.

  • Jika yang mendefinisikan Pembuat Halaman web atau web design, maka style sheet dapat didefinisikan denga cara-cara sebagai berikut :
    1. Cara Eksternal, yaitu pendefinisian style sheet dengan cara terpisah dari halaman web berupa file CSS yang kemudian direferensikan oleh file HTML. Caranya yaitu dengan menuliskan tag HTML untuk memanggil file CSS yang akan didefinisikan tersebut dan letaknya pada bagian header dokumen HTML contoh:<html>
      <head>

      <LINK REL=”Stylesheet” type=”text/css” HREF=”direktori/mystyle.css”>

      </head>

    2. Cara Internal, yaitu ditulis dalam dokumen HTML itu sendiri contoh :<html>
      <head<
      <title>
      …..
      </title>

      <style>
      body {

      color: white;
      background: black;
      font-family: verdana;
      }
      </style>
      </head>

    3. Cara Inline, yaitu di tulis bersama tag HTML  contoh :
      <body style=”color: whtite; background: black; font-family: verdana;”>
  • Jika yang mendefinisikan pengunjung, maka dapat dilakukan dengan cara menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dalam browser itu sendiri.
  • Pengaturan style juga dapat dilakukan oleh masing-masing browser itu sendiri, yang setiap browser itu mempunyai pengaturan yang berbeda.

Demikian cara pendefinisian style sheet dan yang perlu diingat dalam penulisan style sheet sebaiknya ditulis dengan huruf kecil dan selalu diakhiri dengan tanda ‘;’ ( titik koma ).

Referensi CSS 2

3 Komentar


Referensi Cepat Cascading Style Sheet Level 2 ( CSS2 )

 

Sumber : Benjamin Jung (Benjamin.Jung@cs.tcd.ie)

           Trinity College Dublin, Ireland

           http://www.w3.org/TR/REC-CSS2/

           http://www.cs.tcd.ie/Benjamin.Jung/

           http://www.w3schools.com/css/css_reference.asp

Browser support: IE: Internet Explorer, M: Mac IE only, F: Firefox, N: Netscape.

W3C: The number in the “W3C” column indicates in which CSS recommendation the property is defined (CSS1 or CSS2).

Lagi

Desain Web Dengan CSS

4 Komentar


1. Apa itu CSS ?

CSS atau Cascading Stylesheet adalah Suatu bahasa yang di khususkan untuk mengatur gaya layout atau tampilan dari sebuah halaman web. CSS digunakan oleh web designer dan juga pengakses halaman web, untuk mendefinisikan warna, huruf, layout dan aspek-aspek penyajian dokumen lainnya. CSS merupakan pemisah antara isi dokumen yang ditulis dengan bahasa HTML atau bahasa lain seperti PHP, Perl dan lain sebagainya, dengan bentuk tampilan dokumen yang ditulis dalam CSS.

Dengan CSS akses ke halaman Website menjadi lebih cepat dalam hal loading content, lebih fleksibel, memudahkan untuk penulisan halaman dan struktur isi. Dalam Implementasinya, CSS didefinisikan melalui kode-kode style sheet yang dapat disertakan pada file HTML itu sendiri, atau terpisah dari file HTML dengan file yang berekstensi .css, sebagai penanda bahwa file tersebut adalah file CSS. Setelah itu, file CSS dapat direferensi oleh file HTML.

2. Keuntungan Menggunakan Style Sheet

Ada banyak alasan mengapa kita perlu menggunakan style sheet. Alasan pertama, dan yang paling jelas adalah HTML tidak di desain untuk mengatur tata gaya tampilan sebuah halaman web. HTML hanya digunakan sebagai bentuk standar data, atau bahasa yang dikirimkan pada browser untuk menampilkan halaman web. Alasan-alasan lain yang mendukung perlunya menggunakan style sheet adalah :

  • Adanya rekomendasi untuk memisahkan antara isi halaman web, dengan tata pengaturan gaya/ layout halaman web
  • Dapat dengan mudah mengubah tampilan dokumen web secara keseluruhan, hanya dengan mendefinisikan beberapa aturan pada style sheet.
  • Penggunaan yang berbeda, dapat memiliki gaya tampilan yang berbeda.
  • Style sheet dapat digunakan secara berulang-ulang, pada banyak dokumen Web.
  • Halaman web dan situs lebih mudah untuk dipelihara.
  • Style sheet dapat digunakan pada berbagai browser.
  • Dokumen atau halaman web dapat ditampilkan secara cepat pada komputer klien.
  • Style sheet hanya membutuhkan sumber daya komputer klien yang minimal, untuk memproses dan menampilkannya.

Jadi mengapa tidak, untuk mempercantik dengan mudah halaman web kita gunakanlah CSS selain bahasanya tidak rumit juga mudah dipahami bagi pemula.

Link terkait :